biasa...sederhana..tapi kekal cantik...."Kesusahan tidak semuanya seksaan dan yang paling pahit itu bukan semuanya racun. Tetapi ada kalanya lebih berguna daripada kesenangan yang terus-menerus"

Sunday, May 22, 2011

perpisahan untuk melangkah..

Bismillah…

Di mana ada pertemuan, pasti akan ada perpisahan. Di mana ada awal, pasti akan ada akhir. itulah karma dalam hidup.

Ketika akhir sebuah perjalanan akan menjadi awal perjalanan yang lain, dan sebuah perpisahan akan menjadi pertemuan dengan sesuatu yang baru.

Dulu ketika merasa beban perjalanan ini begitu berat, yang bisa kusampaikan hanya keluhan-keluhan tidak penting yang membuatku malu padaNya dan pada diriku sendiri. Sekarang ketika Ia memberiku kesempatan untuk mencapai akhir perjalanan itu, adalah rasa kehilangan yang kurasakan.

Entah harus gembira atau sedih…

Gembira, ketika membayangkan tidak ada lagi tugas biasa yang menguras tenaga, jiwa dan raga.
Gembira, ketika membayangkan tidak ada lagi keluh-kesah dari teman-teman mengenai bidang ini, yang hanya akan mengotori hati.
Gembira, ketika membayangkan akan terhindar dari segala macam manipulasi, ketidakjujuran, permainan nyawa dan ke-tidak-manusiawi-an sejenisnya di tempatku memerah keringat ini.
Gembira, ketika membayangkan tidak lama lagi aku akan mengenakan pakaian “kebesaran” itu.

Namun, aku seharusnya merasa sedih.

Sedih, kerana tanpa tugas biasa, aku tidak dapat belajar mempraktikkan ilmuku ini dengan bimbingan orang-orang berpengalaman lagi.
Sedih, kerana tanpa keluh-kesah teman-temanku, bererti aku akan berpisah dengan mereka.
Sedih, kerana membayangkan aku harus mempunyai benteng hati nurani yang begitu kukuh hingga aku dapat menghindari segala macam manipulasi, ketidakjujuran, permainan nyawa dan ke-tidak-manusiawi-an sejenisnya di tempatku yang baru kelak.
Dan sedih, kerana dengan baju “kebesaran” itu, bererti sebuah tanggung jawab baru yang begitu besar ditumpukan ke pundakku.

Namun aku harus bisa! Aku harus berani! Kerana Inilah jalan yang kupilih, yang telah ditakdirkan dengan indahnya oleh Allah kepadaku.

Aku pasti akan merindukan lorong-lorong bangsalnya, koridor-koridor panjangnya dan ratusan anak tangganya, yang semuanya membuatku lebih perkasa.

Aku pun pasti akan merindukan saat-saat di mana diriku masih bisa berlindung di balik ketiak konkrit megah ini, ketika kelak aku harus berjuang sendiri, dengan tanggung jawabku sendiri.

Ya Allah, berilah hamba kekuatan…untuk mengabdikan diri hamba di jalanMu.

Amiiiiinn…